Saturday, 6 August 2011

Festival Teater SLTA 2011 "KOMUNIAKSI"

1 komentar







Lanjut fotonya liat di mari!

Ingin tahu itu foto-foto apa? mari disimak ceritanya sampai selesai :D

Sekilas tentang FTS baca disini

Setelah Ujian Nasional kelar. Setelah pengumuman ujian nasional tuntas. Setelah teman-teman sekalian sudah dapat melihat total nilai US, Praktik dan UN. Setelah ijazah dibagikan kepada yang berhak. Setelah kesudahan-kesudahan aktivitas sekolah telah usai.... gue sama temen-temen gue yang sudah alumni jadi sering datang ke sekolah (lagi). Kami Bukannya seperti temen kami satu angkatan, yang sudah pada mencar dan tak ada kabar di almamaternya dahulu. Kami (kembali) kesekolah dari frekuensi seminggu tiga kali, sampai setiap hari hingga tanggal 18 juli tiba.

Memang ada apaan sih di tanggal itu? Apakah nanti gue sama temen gue akan diangkat jadi pns dan jadi guru? Apa mau merencanakan buka kantin disekolah buat nambah uang sampingan? Apa gue sama temen gue yang mendadak jadi pengangguran dan akan ngelamar jadi tukag sapu disekolahan?? 1000% Bukan!

Jadi jawabannya apa dong kak??

7 sampai 8 bulan persiapan dilakukan untuk produksi "KOMUNIAKSI" di Festival Teater SLTA.

Teater adalah dunia kecil yang mempelajari segala aspek kehidupan dunia besar. Jadi, gue dan temen2 teater gue yg seangkatan ikut FTS, bersama adek kelas gue kls 2 dan 3. Kami yang satu angkatan dan sudah alumni ada 3 orang, yaitu GG (gue Galeh ) Ridho dan Hasbi. Jam terbang kami sudah cukup lumayan, setelah banyak pementasan teater di sekolah yang kami jalani. Namun kita kalah satu pengalaman yang cukup mengesankan dari kelas 2 dan 3 sekarang, untuk pertama kalinya @TeaterDetik_86 pentas diluar sekolah dan langsung menyabet juara ke 2!! Awesome friends! :D

Awalnya, alumni 2011 yang mengikuti FTS ada 5 orang. Karena saat itu Meydita bermasalah dengan perizinan orangtuanya, dan Budal konflik dengan yang namanya displin dan dilema, antara ikut teater atau jadi Abri. Alhasil total kini menjadi 3 orang yang kece-kece. Ya, seperti itulah hidup selalu diberikan pilihan-pilihan yang beralasan.

Total pemain yang mendapatkan peran hampir sampai 30 orang, namun karena ketidakonsistenan dan sifat abege labil mereka keluar, maka terjadi deflasi dan penyusutan yang mengakibatkan defisit. Halah!

Kekurangan pemain kini dirasakan. Pelatih kami yang berlabel sutradara jebolan IKJ dan sekarang Next Academy, Aa Nandi Triswandi sempat makan ati dan frustasi dengan kondisi cast yang bolong-bolong.

Mendadak galau.

Bukan Aa Nandi namanya kalo gak punya ide-ide cemerlang! Manusia kreatif ini selalu punya senjata cadangan di setiap pikirannya.

Akhirnya setiap peran mendapatkan perombakan, sebelum lolos ke final FTS, setiap sekolah harus mengikuti babak kurasi. Itu semacam penyisihan atau seleksi. Yang mengikuti kurasi itu hanya sebagian peran dan sebagai pembawa pesan cerita.

Berikut dimulai dari:

Ayah yang diperankan oleh Dwi

Ava oleh Devri

Om Kalis oleh Aulia

Rara oleh Aprel

Bang Mamat oleh Ridho

Mbo Sum, Jum dan Sri oleh Ochi, Kiki dan Ulva

Satpol pp oleh Hasbi

Babak kurasi selesai... Lalu tinggal menunggu pengumuman seminggu kemudian apakah lolos atau tidak ke final FTS. Pada saat pengumuman selesai, keesokan harinya ada salah satu anggota Teater Detik yang berulangtahun, Devriani R. Davron. Di momen itu semua keluarga detik datang ngumpul semua, kecuali para alumni detik yg memang sedang ada kegiatan lain dan lagi kerja.

Di ulangtahun Devri yg ke 16 itu, seperti halnya sweet seventeen. Istimewa. Ya memang karena anak kesayangan, apapun dilakukan agar senang. Dan mengundang teman-teman detik sekalian itu membuat Devri senang akan kejutan setelah ia pulang sekolah lalu kerumah tantenya dulu. Ia disambut dengan suka cita, meriah. Setelah makan-makan selesai, kami bercerita suka cita dan bercengkrama. Hingga muaranya membahas lolosnya kami ke final FTS. Semua begitu antusias, mulai dari membahas rival terkuat kita yaitu Teater patlapiti dari sma 48 dan pengumuman kelolosan Teater Detik yang dikabarkan melalui Teguh. Semua dijelaskan dan dikemas menjadi sangat menarik kalo bersama dengan anak-anak detik

***

Siang itu matahari sangat terik...dan menjadi sangat panas ketika kami; gue, Ridho dan Hasbi digambar Aa Nandi. Loh kok di gambar jadi panas? Bukannya kece di lukis gitu?

Waaah kami digampar!! Alasannya karena kita telat saat datang latihan Teater.. wajar menurut gue. Karena saat itu anak-anak udah pada ngumpul semua beserta Aa Nandi sang sutradara yang sangat ikhlas membantu dan men-direct kita. Tapi kitanya datang telat udah kaya anggota DPR yang suka mangkir...

Tamparan itu juga menjadi salah satu motivasi kita untuk lebih bisa menghargai waktu. Karena kami , sudah dibilang dengan perkataan yang halus pujian maupun cacian tetap tak mempan. Hal itu membuat kita menjadi disiplin meski kekerasan bukanlah cara yang bijak, namun ketika segala cara dilakukan tak berbuah hasil, jalan terakhir dengan sangat terpaksa dikeluarkan.

Setelah kejadian itu, ada sedikit perubahan dari diri kita. Melihat Aa Nandi sedang sibuk sekali dengan sektor non penyutradaraan: Art dan Properti belom kelar! Padahal sebentar lagi hitungan hari harus cepat selesai untuk Set Teater. Gue, Hasbi, Ridho dan Teguh membantu memaku dan memalu kayu untuk set yang bisa di lipat mengenakan roda. Serta membuat pohon-pohonan dari rangka kawat dan dilapisi kantong semen serta daun-dedaunan diatasnya.

Semua cerita banyak terangkai dengan indah serta suka-duka dan prosesnya menjadi pembelajaran yang nanti akan membuahkan hasil

Waktu telah menunjukan seminggu lagi! H-7 menuju FTS. Semua dipersiapkan dengan total dan solid. Para cowo-cowo membantu melanjutkan set background. Gue khususnya sama Ridho yang mengecat dan menempel stiker di papan panjang berupa enam bagian yang fleksibel.

H-2 menuju FTS. Kita melakukan gladi resik disekolah. Tak ada kata yang mampu mewakili kecuali: Lelah, Sedih, Semangat dan Fantastis!! Sedih karena, for your info: para pemain nangis semua terharu mendengar wejangan terakhir dari aa2 dan crew sebelum pentas esok

Hari demi hari berlalu kami latihan full rutin setiap hari dari jam 1 sampe jam 6 sore. Kini waktu menunjukan H-1! Pemain dan kru semua menunjukan kekompakannya, ketika akan membuat properti, menempel cover untuk cd “Ost. KOMUNIAKSI” dan perlengkapan lainnya. Inilah yang dinamakan keluarga, saling melengkapi!!

Dan ini dia yang di tunggu-tunggu dari segala yang paling di nanti..

@TeaterDetik_86 proudly presents

“KOMUNIAKSI”

18 July 2011 @ GJRS Bulungan 19.00 pm

Be there friends!

Pukul 07.00 Wib, pagi kita semua berkumpul disekolah. Semua berkumpul mulai dari Aa-aanya, teh widha, kru, para pemain beserta properti2 dan segala set teater yang diangkut truk. Setelah briefing semua keluarga Detik beserta pembina ekskul Teater, pak Lukman. Kita semua berangkat pukul 08.00 dari sekolah menuju Bulungan. Pukul sembilan kurang kita sampai di GJRS Bulungan. Suasana masih cukup sepi, dan kami langsung menuju pintu masuk belakang untuk loading barang, set dan segala art properti.

Anak-anak semua pada antusias selama beres-beres dan mempersiapkan barang-barang, selama menunggu sebelum gladi resik dan Teater Tabir sma 46 pentas. Kami semua berkumpul di back stage di suatu ruangan dingin ber –AC sampai jam 7 malam sebelum kami pentas. Weeits seharian dong tuh?-_- iyes kak, tapi pada ada yang keluar nyari makan kfc, gado-gado, nongkrong di sevel mahakam dan tidur untuk menghemat stamina. Semuanya pada asik sembari menunggu jam 5 gladi resik. Dan keasikan itu akan bemuara pada saat jam 7 malam nanti. Segala dari perasaan asik yang bercabang; gundah, ngantuk, nervous dan lelah akan terkompilasi dan terkulminasi menjadi satu: SEMANGAT!!

Untuk pertama kalinya kita mengikut event tahunan yang besar ini, Festival Teater SLTA sejabodetabek. Kece gak?

Teater sma 46 selesai pentas!! Kini stage giliran kami ambil alih, meski waktunya tanggung sekali dan mepet jam 5an lewat!!

Kami gladi resik gak sampai selesai seluruh scene...karena keterbatasan waktu dan hal teknis dan non teknis lainnya.

Saat kami ganti kostum, di dandanin dan last briefing before show off! Kita melihat kondisi stage dan audience.. ternyata..... penonton membludak!! Dan bisa dikatakan tiket sold out 300! Waaaah antara seneng bukan kepalang dan jiper.seneng karena, penonton jadi bagian penting penilaian... bila penonton ramai dan kursi penuh serta responnya positif bisa jadi juara favorit!! Dan jiper karena belum pernah kami pentas, di tonton banyak umat seperti ini.

Pengalaman pertama dan kesan awal yang positif. Tinggal kami para pemain, para artis, para penghibur menampilkan karya yang spektakuler. Selama latian kita lewati bersama jalani dengan penuh canda tawa. Semua ini akan menjadi kenangan yang sangat indah saat kelak kita tua nanti. Dan saatnya kami total!!!

Tak ada alasan melakukan kesalahan dan khilaf. Jadi inget pesan aa nandi, maksimalkan kesempatan pertama! Tak ada alasan menunggu kesempatan kedua! Yang malah membuat kalian terleha-leha dan santai bila diberi kesempatan. Intinya: minimalisir kesalahan saat diatas panggung, jangan sampai lupa skenario, totalitas keluarkan semua kemampuan yang kalian punya, percaya diri, dan bila ada kesalahan dari kru kita harus improv! Jadi “Malaikat” selama satu setengah jam di panggung, karena ini Teater bukan film! Tidak ada cut...Tirai sudah dibuka, the show must go on!!

Semua adegan dari awal hingga akhir serta penutup, Alhamdulillah lancar aman sampai selesai :D

Segala jalannya cerita bisa digambarkan melalui video serta skenario, dan gue gak punya soft copy sript “KOMUNIAKSI” lalu untuk video belom dapat rekamannya. As soon as yes friends kami upload!

Ada beberapa catatan dan review dari performance kami serta para penonton, begini keseluruhannya:

1. Untuk pertama kalinya Teater Detik 86 mengikuti Festival Teater SLTA

2. Adegan montage yang digadang-gadang bakal sulit, bisa kita lalui bersama-sama

3. Set Teater AIUEO sempet jatuh di backstage, dan dengan segera para crew mem-back upnya di belakang menahan set ada bagian yang patah. Hal ini tidak diketahui siapapun kecuali crew dan Sutradara

4. Poster “Komuniaksi” paling full colour diantara kontestan yang lainnya

5. Maket atau miniatur set teater Detik paling “bagus”

6. Setelah selesai pentas, kami semua berkumpul di ruang tempat maket, kami di evaluasi oleh juri dan perkataannya yang membuat kami bangga dan termotivasi adalah “Kalian lah salah satu Teater yang memelopori bahwa pertunjukan Teater adalah menyenangkan dan enjoy. Dan kalian yang mampu membuat GJRS bulungan begitu heboh setelah menonton pertunjukan kalian. Satu hal penting: pujian seperti ini jangan dijadikan patokan, yang malah membuat kalian tak berkembang, jadikan sebagai motivasi terus. Tetep humble dan down to earth! Satu hal yang kurang adalah kenapa musiknya tidak live?”

7. Penonton sampai duduk lesehan karena kursi yan tersedia sampai overload

8. Dan sampai bertemu lagi tanggal 9 Agustus nanti di Malam Penganugrahaan :D

Setelah malam penganugrahaan, gue akan lanjut lagi tentang hasil semua yang juara siapa dan siapa. Sampai jumpa kawan. Salam Budaya!!

Join fanpage Teater Detik
Follow twitter @Teaterdetik_86

Catatan Harian Pelajar Pintar IV

0 komentar

Daripada mengulur2 waktu yg membuat waktu kita tersita, alangkah baiknya kita menyelesaikan cerita pelajar yang akan bertransformasi menjadi seekor mahasiswa.. jadi langsun saja gue berkeluh kesah soal harapan gue setelah lulus dari masa SMA.

Maka dari itu gue akan bercerita tentang masa-masa peralihan dari sekolah jadi kuliah, saat segalanya tertuju pada momok yang menakutkan dan kadang menjemukan: Ujian! Ujian itu semacam air yang dateng dari awan menuju ke jalan. Heh? Itu hujan! Ujian itu sejenis sesuatu berbau mistis dan untuk menarik perhatian para setan. Hah? Itu namanya kemenyan!

Oke saatnya serius! Disini gue gak akan mengulur2 waktu karena waktu yang diulur membuat kita tidak bijak menghadapi suatu permasalahan. Kala surya tenggelam itulah saatnya vampire berkeliaran, dan banci mulai memadati taman lawang. Jadilah sang vampire melobi sang banci untuk kencan di bulan. Eh ini cerita apa!!?? Cukup ngasalnya nyet.

Ehm, oke mari konsentrasi dan fokus! Jadi sebelum menjajaki tahap yang tinggi untuk lulus dari sekolah dan menuju universitas-universitas impian , kita harus mengikuti yang namanya ujian. Ujian itu sakral! Sekali sudah terjadi tak bisa diulangi, sekali mengisi hasilnya ditunggu nanti. Ujian sebagai bukti dan syarat kapasitas otak kita, di universas terkait.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, yaitu Ujian Nasional, sudah lewat. Kini Ujian yang datang adalah ketika lo mau kuliah tapi tiba-tiba lo gak punya pegangan dan tujuan mau kemana, ujian itu bisa diatasi dengan cara mengikuti senam. Loh kok senam? Iyes senam! Dengan tubuh kuat maka akan tercipta otak yang sehat. Bayangin kalo lo mau mengerjakan soal tapi tangan lo gak kuat untuk menopang berat pensil 2b dan jari-jari lo kaku? Gawat kan? Atau leher lo gak kuat menopang kepala untuk berdiri, serta mata lo gak kuat melek untuk menatap dan menjawab soal-soal? Keki kan? Cuma karena hal sepele karena kurang SENAM!!

Dan senam yang pasti sebagai solusi adalah mengikuti SNMPTN! Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negri ini dilakukan sekali setahun dan serentak dengan skala nasional. Hanya jurusan S-1 yang disediakan dari berbagai penjuru Universitas Negri di Nusantara.

Singkat cerita setelah 2 hari mengikuti tes snmptn di sman 21 jaktim…. Hingga sampai ke pengumuman tanggal 31mei…..gue mendapatkan berita online seperti ini. “Selamat, anda diterima di (302026) PENDIDIKAN LUAR BIASA, UNIVERSITAS NEGRI JAKARTA.”

Hening. Tiba-tiba ujan deras dan petir menyambar komputer mati dan meledak, gue wafat. Ceritanya habis disini….kalian yg melanjutkan…mengarang bebas.

Ngablunya udah abis.

Mulut gue perlahan terbuka lebar dan menyunggingkan senyum….pikiran gue melayang, antara percaya dan tidak percaya. Seperti acara horror taun jabot di tipi. Percaya gue dapet di UNJ, gak percaya gue gak diterima di UI.

Terselip banyak kesedihan di senyuman gue.

Kenapa gue gak dapet universitas impian gue… UI (Universitas Impian)? kenapa harus pilihan ke 2 yang telah di putuskan panitia snmptn buat gue? Kenapa pilihan cadangan gue yang di kedepankan? Kenapa gue memilih jurusan yg asing buat gue? Kenapa Tuhan merencanakan jalan yg seperti ini?

Beberapa pertanyaan tadi akan gue jawab segera..

1. Kenapa gak dapet UI?

Menurut penelitian yang dilakukan berdasarkan perasaan dan ikatan batin yg kuat, untuk menjadi mahasiswa UI dibutuhkan 99,9% hoki yang tinggi dan jalan takdir yang kuat. Sisanya itu mereka memang cerdas. Jadi kesimpulannya? Punya jakun belom banyak jaminan akan sukses kelak hidupnya. (bilang aja iri)

2. Kenapa dapetnya pilihan ke 2?

Ada beberpa alasan gue mendapatkan pilihan ke 2.

Saat masih masa muda (emangnya sekarang gak muda??) gue itu terbilang ganteng dan menjadi idola sekolah namun kecerdasan gue kurang terasah. Hanya mengandalkan rambut jambul tintin yg jaman dulu lagi ngetren gue mudah menggebet wanita hanya dengan kibasan rambut gue dan aura gue, karena saat itu gue mengenakan jaco therapy bed! Nice ngasalnya.

Saat beranjak muda ke dewasa, gue udah gak begitu ganteng lagi, tapi kecerdasan dan pengalaman gue makin banyak di masa-masa itu.

Lalu menuju dewasa ….gue rasa perpaduan masa itu akan lengkap, dengan pilihan kuliah yg kedua itu gue bisa menjadi nomor satu dikehidupan gue. Gue ganteng, kecerdasan dan pengalaman makin mantap, karir gemilang, banyak uang, asmara menggairahkan, hidup di dunia dan akhirat sukses dan tentram. Matinya….banyak orang yang dateng nemenin sampe dikubur dan di doain.

Ya hidup itu seperti sedang bercinta, kadang posisi kita diatas atau dibawah, namun tetap sama nikmatnya kalau dijalankan dari hati.

3. Kenapa pilihan cadangan yang dikedepankan?

Yah alhamdullilah jawabannya sama kaya diatas aja yah

4. Kenapa gue memilih jurusan yg asing buat gue?

Ini karena majalah HAI! Hai lu harus tanggung jawab sama masa depan gue! Pokoknya kalo gue males ngampus dan keseringan main sama ayam kampus itu semua karena lu! Kalo gue abis lulus gak dapet kerja atau pas bikin lapangan kerja bangkrutm, itu semua karena lu! Kalo gaji gue sebulan gak sampe 7 juta, gue akan bakar kantor lu! BAKAR!! BAKAR!!! Boikot HAI! Mari kita mengisi TTS aja…..

Sumpah itu absurd.

Oke penjelasan lengkapnya karena: Gue itu beranii beda dan melawan arus, tapi gue gak bisa debus, beda itu keren apalagi sambil makan duren. Diam-diam menggelinjang.

5. Kenapa Tuhan merencanakan jalan yg seperti ini?

Hmmm… gue punya ide! Bikin surat setumpuk untuk Tuhan yuk

Oke itu dia kisah gue diambang sekolah dan kuliah. Cerita selanjutnya akan gue post saat ospek atau kalo di fakultas gue….bernama MPA (Masa Pengenalan Akademik) pasti lebih unik. Ikan hiu minum susu, See you.

Friday, 3 June 2011

Aku Ingin Hidup!

0 komentar

#RANDOM


Sunday, 29 May 2011

Sanksi Fifa

0 komentar


Dunia tercipta dengan pemimpin adanya

Semua tersedia karena pencipta

Setiap karya punya hak cipta

Segala sesuatu ada aturannya

Ikuti dalam satu ikatan resmi

Jalani dengan prestasi

Hidup seperti permainan

Terdapat menang juga kalah

Pemenang atau pecundang

Juara atau sengsara

Banyak jalan menuju roma

Asal ada niat dan tujuannya

Satu jalan ke zurich ada:

Asal tak kena sanksi FIFA

Karena ulah manusia tak beretika

Kongres badut idiot

0 komentar


Dari awal sudah alot dan hot

Persiapan banyak tersedot

Oleh kelompok yg memboikot

Memaksa kehendak demi jagoan terngotot

Dewan tertinggi aturan telah diberi

Mutlak tanpa gugat

Sekali tolak tak ada masuk

Mereka tak terima

Alasan yg kurang logika katanya

Hingga bantuan dan gugatan melayang

Tak ada respon

Memang salah dan ditolak

Ego mulai berkecamuk

Nurani terjun jauh

Kuasa mendominasi

Tak ada toleransi

Hey bung! Sadarlah!

Dunia tak sesempit anda punya kancut

Resiko menanti

Oleh sikap nyali ciut

Tak punya otak tak pikir efek

Elementer kehidupan mayoritas

Merusak tatanan yang ada

Ego tergelontor

Nafsu disosor

Oh pengurus yg berwibawa

Dosa masa lalu yg punya suara

Suara parau meminta surau

Memaksa tuhannya masuk surga

Badut idiot tak beretika

Mengecam kehendak

Malu takan terdesak

Birahi tergolak

Gairah merusak

Kok ngeres Pssi?