Saturday, 6 August 2011

Catatan Harian Pelajar Pintar IV

Daripada mengulur2 waktu yg membuat waktu kita tersita, alangkah baiknya kita menyelesaikan cerita pelajar yang akan bertransformasi menjadi seekor mahasiswa.. jadi langsun saja gue berkeluh kesah soal harapan gue setelah lulus dari masa SMA.

Maka dari itu gue akan bercerita tentang masa-masa peralihan dari sekolah jadi kuliah, saat segalanya tertuju pada momok yang menakutkan dan kadang menjemukan: Ujian! Ujian itu semacam air yang dateng dari awan menuju ke jalan. Heh? Itu hujan! Ujian itu sejenis sesuatu berbau mistis dan untuk menarik perhatian para setan. Hah? Itu namanya kemenyan!

Oke saatnya serius! Disini gue gak akan mengulur2 waktu karena waktu yang diulur membuat kita tidak bijak menghadapi suatu permasalahan. Kala surya tenggelam itulah saatnya vampire berkeliaran, dan banci mulai memadati taman lawang. Jadilah sang vampire melobi sang banci untuk kencan di bulan. Eh ini cerita apa!!?? Cukup ngasalnya nyet.

Ehm, oke mari konsentrasi dan fokus! Jadi sebelum menjajaki tahap yang tinggi untuk lulus dari sekolah dan menuju universitas-universitas impian , kita harus mengikuti yang namanya ujian. Ujian itu sakral! Sekali sudah terjadi tak bisa diulangi, sekali mengisi hasilnya ditunggu nanti. Ujian sebagai bukti dan syarat kapasitas otak kita, di universas terkait.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, yaitu Ujian Nasional, sudah lewat. Kini Ujian yang datang adalah ketika lo mau kuliah tapi tiba-tiba lo gak punya pegangan dan tujuan mau kemana, ujian itu bisa diatasi dengan cara mengikuti senam. Loh kok senam? Iyes senam! Dengan tubuh kuat maka akan tercipta otak yang sehat. Bayangin kalo lo mau mengerjakan soal tapi tangan lo gak kuat untuk menopang berat pensil 2b dan jari-jari lo kaku? Gawat kan? Atau leher lo gak kuat menopang kepala untuk berdiri, serta mata lo gak kuat melek untuk menatap dan menjawab soal-soal? Keki kan? Cuma karena hal sepele karena kurang SENAM!!

Dan senam yang pasti sebagai solusi adalah mengikuti SNMPTN! Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negri ini dilakukan sekali setahun dan serentak dengan skala nasional. Hanya jurusan S-1 yang disediakan dari berbagai penjuru Universitas Negri di Nusantara.

Singkat cerita setelah 2 hari mengikuti tes snmptn di sman 21 jaktim…. Hingga sampai ke pengumuman tanggal 31mei…..gue mendapatkan berita online seperti ini. “Selamat, anda diterima di (302026) PENDIDIKAN LUAR BIASA, UNIVERSITAS NEGRI JAKARTA.”

Hening. Tiba-tiba ujan deras dan petir menyambar komputer mati dan meledak, gue wafat. Ceritanya habis disini….kalian yg melanjutkan…mengarang bebas.

Ngablunya udah abis.

Mulut gue perlahan terbuka lebar dan menyunggingkan senyum….pikiran gue melayang, antara percaya dan tidak percaya. Seperti acara horror taun jabot di tipi. Percaya gue dapet di UNJ, gak percaya gue gak diterima di UI.

Terselip banyak kesedihan di senyuman gue.

Kenapa gue gak dapet universitas impian gue… UI (Universitas Impian)? kenapa harus pilihan ke 2 yang telah di putuskan panitia snmptn buat gue? Kenapa pilihan cadangan gue yang di kedepankan? Kenapa gue memilih jurusan yg asing buat gue? Kenapa Tuhan merencanakan jalan yg seperti ini?

Beberapa pertanyaan tadi akan gue jawab segera..

1. Kenapa gak dapet UI?

Menurut penelitian yang dilakukan berdasarkan perasaan dan ikatan batin yg kuat, untuk menjadi mahasiswa UI dibutuhkan 99,9% hoki yang tinggi dan jalan takdir yang kuat. Sisanya itu mereka memang cerdas. Jadi kesimpulannya? Punya jakun belom banyak jaminan akan sukses kelak hidupnya. (bilang aja iri)

2. Kenapa dapetnya pilihan ke 2?

Ada beberpa alasan gue mendapatkan pilihan ke 2.

Saat masih masa muda (emangnya sekarang gak muda??) gue itu terbilang ganteng dan menjadi idola sekolah namun kecerdasan gue kurang terasah. Hanya mengandalkan rambut jambul tintin yg jaman dulu lagi ngetren gue mudah menggebet wanita hanya dengan kibasan rambut gue dan aura gue, karena saat itu gue mengenakan jaco therapy bed! Nice ngasalnya.

Saat beranjak muda ke dewasa, gue udah gak begitu ganteng lagi, tapi kecerdasan dan pengalaman gue makin banyak di masa-masa itu.

Lalu menuju dewasa ….gue rasa perpaduan masa itu akan lengkap, dengan pilihan kuliah yg kedua itu gue bisa menjadi nomor satu dikehidupan gue. Gue ganteng, kecerdasan dan pengalaman makin mantap, karir gemilang, banyak uang, asmara menggairahkan, hidup di dunia dan akhirat sukses dan tentram. Matinya….banyak orang yang dateng nemenin sampe dikubur dan di doain.

Ya hidup itu seperti sedang bercinta, kadang posisi kita diatas atau dibawah, namun tetap sama nikmatnya kalau dijalankan dari hati.

3. Kenapa pilihan cadangan yang dikedepankan?

Yah alhamdullilah jawabannya sama kaya diatas aja yah

4. Kenapa gue memilih jurusan yg asing buat gue?

Ini karena majalah HAI! Hai lu harus tanggung jawab sama masa depan gue! Pokoknya kalo gue males ngampus dan keseringan main sama ayam kampus itu semua karena lu! Kalo gue abis lulus gak dapet kerja atau pas bikin lapangan kerja bangkrutm, itu semua karena lu! Kalo gaji gue sebulan gak sampe 7 juta, gue akan bakar kantor lu! BAKAR!! BAKAR!!! Boikot HAI! Mari kita mengisi TTS aja…..

Sumpah itu absurd.

Oke penjelasan lengkapnya karena: Gue itu beranii beda dan melawan arus, tapi gue gak bisa debus, beda itu keren apalagi sambil makan duren. Diam-diam menggelinjang.

5. Kenapa Tuhan merencanakan jalan yg seperti ini?

Hmmm… gue punya ide! Bikin surat setumpuk untuk Tuhan yuk

Oke itu dia kisah gue diambang sekolah dan kuliah. Cerita selanjutnya akan gue post saat ospek atau kalo di fakultas gue….bernama MPA (Masa Pengenalan Akademik) pasti lebih unik. Ikan hiu minum susu, See you.

0 komentar:

Post a Comment