Lanjut fotonya liat di mari!
Ingin tahu itu foto-foto apa? mari disimak ceritanya sampai selesai :D
Sekilas tentang FTS baca disini
Setelah Ujian Nasional kelar. Setelah pengumuman ujian nasional tuntas. Setelah teman-teman sekalian sudah dapat melihat total nilai US, Praktik dan UN. Setelah ijazah dibagikan kepada yang berhak. Setelah kesudahan-kesudahan aktivitas sekolah telah usai.... gue sama temen-temen gue yang sudah alumni jadi sering datang ke sekolah (lagi). Kami Bukannya seperti temen kami satu angkatan, yang sudah pada mencar dan tak ada kabar di almamaternya dahulu. Kami (kembali) kesekolah dari frekuensi seminggu tiga kali, sampai setiap hari hingga tanggal 18 juli tiba.
Memang ada apaan sih di tanggal itu? Apakah nanti gue sama temen gue akan diangkat jadi pns dan jadi guru? Apa mau merencanakan buka kantin disekolah buat nambah uang sampingan? Apa gue sama temen gue yang mendadak jadi pengangguran dan akan ngelamar jadi tukag sapu disekolahan?? 1000% Bukan!
Jadi jawabannya apa dong kak??
7 sampai 8 bulan persiapan dilakukan untuk produksi "KOMUNIAKSI" di Festival Teater SLTA.
Teater adalah dunia kecil yang mempelajari segala aspek kehidupan dunia besar. Jadi, gue dan temen2 teater gue yg seangkatan ikut FTS, bersama adek kelas gue kls 2 dan 3. Kami yang satu angkatan dan sudah alumni ada 3 orang, yaitu GG (gue Galeh ) Ridho dan Hasbi. Jam terbang kami sudah cukup lumayan, setelah banyak pementasan teater di sekolah yang kami jalani. Namun kita kalah satu pengalaman yang cukup mengesankan dari kelas 2 dan 3 sekarang, untuk pertama kalinya @TeaterDetik_86 pentas diluar sekolah dan langsung menyabet juara ke 2!! Awesome friends! :D
Awalnya, alumni 2011 yang mengikuti FTS ada 5 orang. Karena saat itu Meydita bermasalah dengan perizinan orangtuanya, dan Budal konflik dengan yang namanya displin dan dilema, antara ikut teater atau jadi Abri. Alhasil total kini menjadi 3 orang yang kece-kece. Ya, seperti itulah hidup selalu diberikan pilihan-pilihan yang beralasan.
Total pemain yang mendapatkan peran hampir sampai 30 orang, namun karena ketidakonsistenan dan sifat abege labil mereka keluar, maka terjadi deflasi dan penyusutan yang mengakibatkan defisit. Halah!
Kekurangan pemain kini dirasakan. Pelatih kami yang berlabel sutradara jebolan IKJ dan sekarang Next Academy, Aa Nandi Triswandi sempat makan ati dan frustasi dengan kondisi cast yang bolong-bolong.
Mendadak galau.
Bukan Aa Nandi namanya kalo gak punya ide-ide cemerlang! Manusia kreatif ini selalu punya senjata cadangan di setiap pikirannya.
Akhirnya setiap peran mendapatkan perombakan, sebelum lolos ke final FTS, setiap sekolah harus mengikuti babak kurasi. Itu semacam penyisihan atau seleksi. Yang mengikuti kurasi itu hanya sebagian peran dan sebagai pembawa pesan cerita.
Berikut dimulai dari:
Ayah yang diperankan oleh Dwi
Ava oleh Devri
Om Kalis oleh Aulia
Rara oleh Aprel
Bang Mamat oleh Ridho
Mbo Sum, Jum dan Sri oleh Ochi, Kiki dan Ulva
Satpol pp oleh Hasbi
Babak kurasi selesai... Lalu tinggal menunggu pengumuman seminggu kemudian apakah lolos atau tidak ke final FTS. Pada saat pengumuman selesai, keesokan harinya ada salah satu anggota Teater Detik yang berulangtahun, Devriani R. Davron. Di momen itu semua keluarga detik datang ngumpul semua, kecuali para alumni detik yg memang sedang ada kegiatan lain dan lagi kerja.
Di ulangtahun Devri yg ke 16 itu, seperti halnya sweet seventeen. Istimewa. Ya memang karena anak kesayangan, apapun dilakukan agar senang. Dan mengundang teman-teman detik sekalian itu membuat Devri senang akan kejutan setelah ia pulang sekolah lalu kerumah tantenya dulu. Ia disambut dengan suka cita, meriah. Setelah makan-makan selesai, kami bercerita suka cita dan bercengkrama. Hingga muaranya membahas lolosnya kami ke final FTS. Semua begitu antusias, mulai dari membahas rival terkuat kita yaitu Teater patlapiti dari sma 48 dan pengumuman kelolosan Teater Detik yang dikabarkan melalui Teguh. Semua dijelaskan dan dikemas menjadi sangat menarik kalo bersama dengan anak-anak detik
***
Siang itu matahari sangat terik...dan menjadi sangat panas ketika kami; gue, Ridho dan Hasbi digambar Aa Nandi. Loh kok di gambar jadi panas? Bukannya kece di lukis gitu?
Waaah kami digampar!! Alasannya karena kita telat saat datang latihan Teater.. wajar menurut gue. Karena saat itu anak-anak udah pada ngumpul semua beserta Aa Nandi sang sutradara yang sangat ikhlas membantu dan men-direct kita. Tapi kitanya datang telat udah kaya anggota DPR yang suka mangkir...
Tamparan itu juga menjadi salah satu motivasi kita untuk lebih bisa menghargai waktu. Karena kami , sudah dibilang dengan perkataan yang halus pujian maupun cacian tetap tak mempan. Hal itu membuat kita menjadi disiplin meski kekerasan bukanlah cara yang bijak, namun ketika segala cara dilakukan tak berbuah hasil, jalan terakhir dengan sangat terpaksa dikeluarkan.
Setelah kejadian itu, ada sedikit perubahan dari diri kita. Melihat Aa Nandi sedang sibuk sekali dengan sektor non penyutradaraan: Art dan Properti belom kelar! Padahal sebentar lagi hitungan hari harus cepat selesai untuk Set Teater. Gue, Hasbi, Ridho dan Teguh membantu memaku dan memalu kayu untuk set yang bisa di lipat mengenakan roda. Serta membuat pohon-pohonan dari rangka kawat dan dilapisi kantong semen serta daun-dedaunan diatasnya.
Semua cerita banyak terangkai dengan indah serta suka-duka dan prosesnya menjadi pembelajaran yang nanti akan membuahkan hasil
Waktu telah menunjukan seminggu lagi! H-7 menuju FTS. Semua dipersiapkan dengan total dan solid. Para cowo-cowo membantu melanjutkan set background. Gue khususnya sama Ridho yang mengecat dan menempel stiker di papan panjang berupa enam bagian yang fleksibel.
H-2 menuju FTS. Kita melakukan gladi resik disekolah. Tak ada kata yang mampu mewakili kecuali: Lelah, Sedih, Semangat dan Fantastis!! Sedih karena, for your info: para pemain nangis semua terharu mendengar wejangan terakhir dari aa2 dan crew sebelum pentas esok
Hari demi hari berlalu kami latihan full rutin setiap hari dari jam 1 sampe jam 6 sore. Kini waktu menunjukan H-1! Pemain dan kru semua menunjukan kekompakannya, ketika akan membuat properti, menempel cover untuk cd “Ost. KOMUNIAKSI” dan perlengkapan lainnya. Inilah yang dinamakan keluarga, saling melengkapi!!
Dan ini dia yang di tunggu-tunggu dari segala yang paling di nanti..
@TeaterDetik_86 proudly presents
“KOMUNIAKSI”
18 July 2011 @ GJRS Bulungan 19.00 pm
Be there friends!
Pukul 07.00 Wib, pagi kita semua berkumpul disekolah. Semua berkumpul mulai dari Aa-aanya, teh widha, kru, para pemain beserta properti2 dan segala set teater yang diangkut truk. Setelah briefing semua keluarga Detik beserta pembina ekskul Teater, pak Lukman. Kita semua berangkat pukul 08.00 dari sekolah menuju Bulungan. Pukul sembilan kurang kita sampai di GJRS Bulungan. Suasana masih cukup sepi, dan kami langsung menuju pintu masuk belakang untuk loading barang, set dan segala art properti.
Anak-anak semua pada antusias selama beres-beres dan mempersiapkan barang-barang, selama menunggu sebelum gladi resik dan Teater Tabir sma 46 pentas. Kami semua berkumpul di back stage di suatu ruangan dingin ber –AC sampai jam 7 malam sebelum kami pentas. Weeits seharian dong tuh?-_- iyes kak, tapi pada ada yang keluar nyari makan kfc, gado-gado, nongkrong di sevel mahakam dan tidur untuk menghemat stamina. Semuanya pada asik sembari menunggu jam 5 gladi resik. Dan keasikan itu akan bemuara pada saat jam 7 malam nanti. Segala dari perasaan asik yang bercabang; gundah, ngantuk, nervous dan lelah akan terkompilasi dan terkulminasi menjadi satu: SEMANGAT!!
Untuk pertama kalinya kita mengikut event tahunan yang besar ini, Festival Teater SLTA sejabodetabek. Kece gak?
Teater sma 46 selesai pentas!! Kini stage giliran kami ambil alih, meski waktunya tanggung sekali dan mepet jam 5an lewat!!
Kami gladi resik gak sampai selesai seluruh scene...karena keterbatasan waktu dan hal teknis dan non teknis lainnya.
Saat kami ganti kostum, di dandanin dan last briefing before show off! Kita melihat kondisi stage dan audience.. ternyata..... penonton membludak!! Dan bisa dikatakan tiket sold out 300! Waaaah antara seneng bukan kepalang dan jiper.seneng karena, penonton jadi bagian penting penilaian... bila penonton ramai dan kursi penuh serta responnya positif bisa jadi juara favorit!! Dan jiper karena belum pernah kami pentas, di tonton banyak umat seperti ini.
Pengalaman pertama dan kesan awal yang positif. Tinggal kami para pemain, para artis, para penghibur menampilkan karya yang spektakuler. Selama latian kita lewati bersama jalani dengan penuh canda tawa. Semua ini akan menjadi kenangan yang sangat indah saat kelak kita tua nanti. Dan saatnya kami total!!!
Tak ada alasan melakukan kesalahan dan khilaf. Jadi inget pesan aa nandi, maksimalkan kesempatan pertama! Tak ada alasan menunggu kesempatan kedua! Yang malah membuat kalian terleha-leha dan santai bila diberi kesempatan. Intinya: minimalisir kesalahan saat diatas panggung, jangan sampai lupa skenario, totalitas keluarkan semua kemampuan yang kalian punya, percaya diri, dan bila ada kesalahan dari kru kita harus improv! Jadi “Malaikat” selama satu setengah jam di panggung, karena ini Teater bukan film! Tidak ada cut...Tirai sudah dibuka, the show must go on!!
Semua adegan dari awal hingga akhir serta penutup, Alhamdulillah lancar aman sampai selesai :D
Segala jalannya cerita bisa digambarkan melalui video serta skenario, dan gue gak punya soft copy sript “KOMUNIAKSI” lalu untuk video belom dapat rekamannya. As soon as yes friends kami upload!
Ada beberapa catatan dan review dari performance kami serta para penonton, begini keseluruhannya:
1. Untuk pertama kalinya Teater Detik 86 mengikuti Festival Teater SLTA
2. Adegan montage yang digadang-gadang bakal sulit, bisa kita lalui bersama-sama
3. Set Teater AIUEO sempet jatuh di backstage, dan dengan segera para crew mem-back upnya di belakang menahan set ada bagian yang patah. Hal ini tidak diketahui siapapun kecuali crew dan Sutradara
4. Poster “Komuniaksi” paling full colour diantara kontestan yang lainnya
5. Maket atau miniatur set teater Detik paling “bagus”
6. Setelah selesai pentas, kami semua berkumpul di ruang tempat maket, kami di evaluasi oleh juri dan perkataannya yang membuat kami bangga dan termotivasi adalah “Kalian lah salah satu Teater yang memelopori bahwa pertunjukan Teater adalah menyenangkan dan enjoy. Dan kalian yang mampu membuat GJRS bulungan begitu heboh setelah menonton pertunjukan kalian. Satu hal penting: pujian seperti ini jangan dijadikan patokan, yang malah membuat kalian tak berkembang, jadikan sebagai motivasi terus. Tetep humble dan down to earth! Satu hal yang kurang adalah kenapa musiknya tidak live?”
7. Penonton sampai duduk lesehan karena kursi yan tersedia sampai overload
8. Dan sampai bertemu lagi tanggal 9 Agustus nanti di Malam Penganugrahaan :D
Setelah malam penganugrahaan, gue akan lanjut lagi tentang hasil semua yang juara siapa dan siapa. Sampai jumpa kawan. Salam Budaya!!
Join fanpage Teater DetikFollow twitter @Teaterdetik_86











1 komentar:
acara2 semacam begini bagus untuk melatih softskill dari para siswa..
mudah2an makin banyak diadakan acara2 sejenis
Mesothelioma Malignant
Post a Comment